Blog AhfieRofi

Catatan AhfieRofi

Delapan Orang yang Bangkrut di Akhirat

Siapakah orang-orang yang bangkrut di akhirat?

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, Mu'az bin Jabal menuturkan delapan hal yang menyebabkan kita bangkrut di akhirat.


1. Ghibah atau Gosip

Sungguh, seburuk-buruk perkataan adalah obrolan di antara sesama muslim yang membicarakan keburukan saudaranya sesama muslim.

2. Sombong

Sombong dapat menggugurkan pahala dari ibadah yang seharusnya didapat, dan sebaliknya, di akhirat justru mendapat siksa.

Biarlah yang besar itu karyamu, bukan dirimu. Biarlah yang tinggi itu capaianmu, bukan hatimu.” (Ust. Salim A. Fillah)

3. Riya

Fudhail bin Iyadh berkata, “Beramal karena ingin dilihat berarti syirik. Tak jadi beramal karena khawatir dilihat, itulah riya.”

Riya penggugur amal itu bertanda: Bersemangat kala dilihat, bermalas jika tak terawas, dan mencinta puji di tiap sisi diri.” (Ust. Salim A. Fillah)

4. Ujub atau Bangga Diri

Indah jika kita tak bangga hati dengan amal; tak mendaku akan ikhlas; tapi selalu harap dan cemas, memohon ditolong menaati-Nya.” (Ust. Salim A. Fillah)

5. Niat bukan untuk akhirat

Orang-orang bangkrut ini beribadah hanya dengan niatan mendapat kenikmatan duniawi, seperti agar dikenal banyak orang. Dengan niatan yang salah ini, Allah melunaskan keinginan mereka di dunia, sehingga di akhirat Allah berfirman kepada mereka, “Semua puja-puji manusia yang kalian harap dalam hati telah dilunaskan di dunia. Kau Alim, kau Dermawan, dan kau Pahlawan. Tak ada bagian dari balasan akhirat-Ku untuk kalian, ambillah tempat kalian di neraka.”

6. Hasad atau Dengki

Ust. Salim A. Fillah berkata mengometari perilaku ini, “Dengki kadang memang berawal dari luka hati, tapi sering juga karena kurang syukurnya diri.”

7. Qath'ur Rahim

Qath'ur Rahim artinya memutus silaturrahim. Dalam sebuah hadis dikatakan,

Memutus silaturrahim termasuk dosa yang disegerakan azabnya di dunia, di samping bangkrut ahlinya kelak di akhirat. Memutus silaturrahim dengn sikap diam, perkataan, dan perbuatan dibenci Nabi: dilarang duduk di majelis beliau.” (HR. Bukhari)

8. Dzalim

***

Mu'az bertanya, “Maka siapa orang yang bisa selamat dari hal-hal itu ya Rasul?”

Rasul menjawab,
Bermurnilah pada agamamu, maka cukup bagimu amal yang sedikit.” (HR. Muslim).


Wallahu a'lam bisshawab....

Komentar