Blog AhfieRofi

Catatan AhfieRofi

Mari Berprasangka Baik!

Alkisah, ada dua orang sahabat, sebut saja Ahfie dan Rofi (narsis!). Kedua sahabat ini rajin beribadah, tahajjud tidak pernah lewat, selalu menyempatkan berdoa sehabis salat, tidak pernah alpa salat wajibnya.

Suatu hari di taman kota ketika mereka berdua menghabiskan sore, Rofi mengeluh, "Gue bosan berdoa!"

Lalu Ahfie bertanya, "Lo kenapa?"

"Lihat! Gue nggak pernah berhenti berdoa! tahajjud rajin, usaha selalu maksimal, tapi doa gue nggak pernah ada yang jadi kenyataan! Padahal banyak orang bejat, orang jarang doa, jarang ibadah, tapi pintanya selalu terkabul!" Rofi menceracau panjang lebar. Ahfie hanya memperhatikan. Rupanya begitu....

Ahfie sebenarnya sejak pertama mendengar penjelasan Rofi sudah geram. Bagaimana mungkin orang di depannya ini mencaci dan memprotes kebijakan Tuhan? Tapi Ahfie juga sadar, bukan itu yang diinginkan Rofi sekarang, bukan dengan bentakan untuk menyadarkannya pada kondisi yang seperti ini.

Tiba-tiba Ahfie melihat seorang pengamen mendatangi beberapa pemuda di satu sisi taman. Muncul sebuah ide.

"Eh, Fi! Lo liat pengamen itu nggak?"

Rofi mengangguk.

"Coba lo bayangin ada di antara gerombolan pemuda itu. Lalu lo mendengar suara pengamen itu jelek banget, penampilannya kumal, nyanyi-nya nggak ikhlas, apa yang kira-kira bakal lo lakuin?"

"Lo gimana sih, nanya kayak gituan? Jelas gue bakal langsung aja ngasih duit berapa dia minta, buru-buru biar dia langsung pergi," jawab Rofi.

"Oke, gue setuju sama lo. Terus, gimana kalo penampilan pengamen itu sekarang berubah. Anggap suaranya bagus, yah sebelas-duabelas lah sama Jazon M'raz, terus bawa gitar, maennya keren, bajunya juga bagus. Apa yang bakal lo lakuin?" Ahfie bertanya lagi.

"Kalo gitu, gue bakal nungguin dia selesai nyanyi. Bahkan mungkin gue bakal minta dia nyanyi lagi. Gue nggak bakal rela dia pergi gitu aja," jawab Rofi lagi.

"Nah, itu! Itu maksud gue!" seru Ahfie tiba-tiba.
"Itulah yang terjadi. Boleh jadi Allah belum mengabulkan doa lo dengan alasan itu. Mungkin Dia senang mendengar lo berdoa, tersenyum melihat lo sujud dalam-dalam di waktu malam, dengan air mata menetes di sela mata. Mungkin Dia nggak mau membiarkan lo berhenti berdoa, jadi dia menahan dulu apa yang jadi permintaan lo. Mungkin Dia takut bila Dia mengabulkan permintaan lo, lo bakal berhenti ngelakuin apa yang sejak dulu membuat Dia tersenyum kepada lo..."

"Boleh jadi, ketika lo melihat orang lain yang jarang berdoa, jarang ibadah, nggak serajin lo dalam hal apapun, tapi setiap keinginannya selalu jadi kenyataan, sebenarnya yang terjadi adalah seperti ketika pengamen buluk dengan suara jelek dan penampilan nggak ikhlas datang kepada lo, Dia langsung memberi apa yang diminta orang itu, nggak mau lama-lama denger doa orang itu, merasa jijik melihat wajahnya, jadi buru-buru kasih apa yang orang itu minta...."

Rofi tertunduk, benar juga. Kemudian dia bertanya dengan mata berkaca, "Itu... itukah yang terjadi?"

Ahfie tersenyum, mengangkat tangan, "Entahlah, tapi kita harus berprasangka baik kepada-Nya. Dia punya skenario menarik di balik semua yang terjadi kepada lo, kepada gue, kepada siapapun...."

Komentar