Blog AhfieRofi

Catatan AhfieRofi

Jalan Cinta Para Pejuang

Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia

Benar kata orang, cinta itu bisa membuat seorang pesimis menjadi oportunis, yang melankolis jadi puitis, yang tak pandai berkata-kata berubah menjadi pujangga. Jarang sekali aku bisa menulis puisi.

Yah, ini adalah 'puisi' (bila kau mau menyebutnya 'puisi') yang kutulis di sela kekosonganku. Sebenarnya 'puisi' ini sudah lama kutulis, kira-kira hari Minggu tanggal 24 Agustus lalu 'puisi' ini selesai dibuat. Kali ini aku hanya menyempurnakannya. Dalam 'puisi'ku juga ada dua bait khusus yang kuambil dari buku Salim A. Fillah "Menyimak Kicau Merajut Makna."

Kutulis 'puisi' ini ketika langit menumpahkan airmatanya, ketika petir sahut menyahut membuat ngilu telinga, ketika pikiranku melayang, meliuk melintasi berbagai memori indah dan menyakitkan bersama seseorang, dan inilah hasilnya! Meski aku juga tahu, 'puisi' ini tidak serta merta menjelaskan segenap perasaanku. Tapi, baca saja! ^_^


Tidak bisakah kita saling berkata
Tanpa tumbuh harap dan cinta?
Tidak bisakah kita saling menyapa
Tanpa membuat hati berbunga dan insomnia?
Tidak bisakah kita bersua
Tanpa muncul rasa dan asa

Hidup segan mati tak mau
Bersapa sungkan berpisah tak rela
Inikah beratnya Jalan Cinta Para Pejuang?
Korbankan hasrat demi tunduk taat dan hindari maksiat

Berjanjilah, seberat apapun goda dan coba
Takkan rela jual kehormatan tersisa
Bersaksilah bahwa meski sesak dan perih mendera hati
'Kan tetap percaya bahwa bahagia telah menanti
Jangan berhenti percaya,
Meski ada beribu goda dan pedaya

Andai bisa atau mungkin
Ingin sekali ukhuwah ini tetap terjalin
Saling ingatkan satu sama lain
Berbenah diri dengan bercermin

Mungkin ini saatnya sadari
Bahwa ilmu tak mesti hanya bersamamu 'tuk saling berbagi
Ada dia dan ada mereka
Yang bisa kubagi dan kupinta
Ilmuku dan ilmunya

Percayakah kau akhirat itu kekal?
Pendek atau panjang waktu di dunia,
Tiada arti dibanding akhirat
Panas dan perih siksa dunia
Takkan tandingi gerah dan dahaga di Neraka sana

Dan seluruh perhiasan dunia
Sungguh tak lebih berharga
Dari hijab bidadari nan jelita
Di Negeri Surga

Apakah kau akhirnya percaya
Berpisah di dunia tak berarti segalanya
Karena moga Surga lah tempat kita bersua
Bila kita bisa istiqomah di jalan takwa

Kau tahu, Cinta
Seringan ini aku berkata
Tak berarti inipun kuterima lapang dada
Hatiku sesak dan kepayahan, dan mungkin lebih menderita

Tapi tahukah kau betapa mulia
Berbagi senyum ketika kau terluka
Menghibur jiwa-jiwa kala hati berduka
Dan kucoba jua tuk percaya
Cinta itu fitrah, jangan salahkan bila ia datang isi kekosongan
Jangan jua sesali bila ia tertanam dalam hati
Tapi mungkin perlu juga arahan dan awasan
Agar tak sembarang masuk lubang kenistaan
Mungkin jaga jarak juga perlu
Agar tak tumbuh di waktu yang keliru

Karena di Jalan Cinta Para Pejuang
Biarlah cinta berhenti di titik ketaatan
Meloncati rasa suka dan tidak suka
Melampaui batas cinta dan benci

Karena hikmah sejati tak selalu terungkap di awal pagi
Karena sering kali kebodohan merabunkan kesan sesaat
Maka taat adalah prioritas yang kadang membuat perasaan-perasaan terkibas
Tetapi yakinlah, di Jalan Cinta Para Pejuang
Allah lebih tahu tentang kita*




*Salim A. Fillah - Menyimak Kicau Merajut Makna

Komentar