Jadi, ada salah satu program di sekolahku yang
tidak ada di sekolah-sekolah lain pada umumnya. Program itu adalah “KISS” atau Karya
Ilmiah Siswa SMART.
KISS ini adalah program semacam Skripsi untuk siswa SMA
SMART. Teknisnya pun tidak jauh berbeda. Jadi, siswa harus membuat karya ilmiah
bersama guru pembimbing KISS yang sudah disetujui, kemudian KISS itu
ditampilkan dalam bentuk sidang KISS (seperti skripsi), dan menjadi salah satu
syarat wajib kelulusan siswa SMART.
KISS-ku berjudul “Pengaruh Ilustrasi Pada Buku Fiksi
Terhadap Minat Baca Siswa SMART Studi Kasus Angkatan VIII”. Tapi bukan itu yang
ingin kubahas di sini. Aku ingin bercerita tentang 'kemalangan'ku sewaktu
sidang KISS.
Sabtu, 29 November 2014
Hal paling menjadi ketakutan tersendiri saat sidang KISS
adalah “pembantaian” dari guru penguji. Jadi, di saat sidang penguji berhak
“membantai” peserta KISS dengan pertanyaan-pertanyaan kritis mulai dari yang
nyambung sampai yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan KISS. Contohnya
saja, Fatqur temanku yang membuat KISS tentang lotion antinyamuk baru,
diminta penguji untuk menggambar nyamuk lengkap dengan seluruh organ tubuhnya.
Nggak nyambung banget 'kan?
Ini jugalah yang paling membuatku cemas sebelum sidang. Dan,
benar saja, aku dibantai!
![]() |
| Deg-degan sewaktu sidang. Bismillah. |
Pengujiku guru Bahasa Indonesia dan guru BK. Nah, kau bisa
menebak sendiri, guru Bahasa Indonesia itu membantaiku! Bukan, dia tidak
membantaiku mengenai struktur atau isi KISS-ku. Dia hanya membantai
kaidah kata-kata, pengejaan, dan sebagainya yang kutulis. Salahku juga sih,
baru menuntaskan KISS-ku kemarin sorenya, dan aku terburu-buru. Guru BK-ku
juga, seandainya dia ada di giliran pertama bicara, pasti akan membantaiku.
Tapi karena pertanyaan-pertanyaannya sudah ditanyakan penguji pertamaku, dia
hanya menambahkan satu-dua.
![]() |
| Dewan Guru: (mulai dari kanan) Ust Firman, Ustzh Rini, Ustzh Yati (Pembimbingku), dan Ustzh Retno (MC) |
Nah, setelah dua penguji itu selesai dengan urusannya,
sekarang giliran guru pembimbingku yang mengomentari kinerjaku selama
mengerjakan KISS.
Tentang ini, aku jadi ingat sidang KISS temanku satu hari
sebelumnya. KISS-nya membahas akuntansi syariah. Pada satu sesi, guru
pembimbing temanku itu memuji habis-habisan mengenai kinerja temanku
itu. Seperti ini kira-kira, “X itu sangat rajin sekali saat mengejakan
KISS-nya. Beberapa kali dia mendatangi saya untuk bimbingan, dia juga sering
mencari sumber data dari perpustakaan, bahkan dia sempat meminjam buku salah
satu guru, tapi dia masih merasa kekurangan data. Akhirnya kami pergi ke kampus
X...” blablabla....
Pokoknya guru pembimbingnya benar-benar memujinya! Padahal
aku tahu sendiri, dia hanya bermain game swf di lab komputer.
Kembali ke tempat sidang KISS, aku mulai menebak-nebak. Apa
kira-kira pujian yang akan guru pembimbingku sampaikan kali ini. Hingga
dia mulai membuka suara, aku masih belum tahu apa yang akan dia sampaikan.
“Ya, sebelumnya selamat kepada Rofi yang telah menyelesakan
KISS-nya....”
Dia terus berbasa basi, sampai dia tiba di kalimat inti yang
membuatku sesak.
“... Jadi, lain kali kalau kamu membuat penelitian, kerjakan
dengan serius. Berapa lama tadi kamu membuat KISS, satu tahun lebih?”—retoris—“Ustazah
aja waktu skripsi nggak sampai satu tahun. Nah, Rofi, kamu harus memanfaatkan
waktu yang ada....”
Aku sudah tidak mendengarkan lagi....


Komentar
Posting Komentar