Dua bulan lebih aku telah resmi menjadi mahasiswa, aku
sudah punya satu kesimpulan. Dunia kuliah adalah dunia ketika waktu sepenuhnya
milikmu, kau tuannya. Kau punya kehendak sepenuhnya bagaimana menghabiskan waktumu,
meski dengan segala resikonya. Karena kau tidak pernah akan ditagih mengumpulkan
tugas macam anak SMA, karena kau bisa menentukan sendiri kapan kau masuk kuliah
tidak macam SMA yang mewajibkanmu masuk sekolah jam tujuh setiap hari. Dan di
dunia kuliah, tidak ada yang peduli kau mau masuk atau bolos.
Itu baru di lingkungan kampus. Belum sisanya. Secara
umum mahasiswa biasanya menyewa tempat tinggal sendiri. Kos. Jauh dari orang
tua. Itu artinya kau bebas dari segala perhatian orang tuamu yang “mengekang”
karena kau pasti dimarahi bila terlalu lama mendekam tidur di kamar, dipaksa
melakukan berbagai hal seperti mandi sore atau pergi berbelanja atau sekadar membantu
membersihkan rumah.
Kau bebas dari semua itu. Waktu adalah
milikmu.
Tapi ya Tuhan, kau pasti melupakan sesuatu
kalau sebelum masuk kuliah kau hanya membayangkan “indahnya” apa yang
kujelaskan diatas. Aku juga menyesal terlalu tergiur dengan semua itu. Aku
melupakan satu hal.
Dewasa.
Sudah semestinya kita mulai mendewasakan diri ketika
mulai masuk dunia perkuliahan. Karena kau benar-benar mesti berhati-hati.
Langkahmu menentukan akan seperti apa kau nanti.
Dan itulah yang justru menjadi masalah utamaku
sekarang.
Aku belum dewasa tampaknya...

Komentar
Posting Komentar