Blog AhfieRofi

Catatan AhfieRofi

Jodoh Sampai Surga

Dulu sekali di Kufah, terkisah seorang pemuda tampan, rajin bekerja, lagi taat. Suatu hari dia berkunjung ke kampung Bani An-Nakha’. Di sana, dia berjumpa dengan gadis cantik yang membuatnya jatuh cinta. Diam-diam gadis itu juga menaruh perasaan yang sama pada pria itu.

Tak tahan membendung perasaannya, pemuda itu akhirnya mengutus seseorang untuk melamar gadis itu. Namun sayang, ternyata gadis itu sudah dijodohkan oleh orang tuanya. Meski begitu, cinta di antara keduanya tidak padam. Apalagi lewat lamaran itu sang gadis tahu bahwa pria yang dicintainya itu pun menyukainya. Gadis itu kemudian mengirim pesan,

“Aku tahu betapa besar cintamu padaku. Aku juga tahu betapa besar aku diuji denganmu. Bila kau setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk menemuiku di rumahku.”

Namun, pemuda itu menjawab suratnya,

“Aku tidak setuju dengan kedua pilihan itu. Aku takut azab yang menimpaku jika aku berbuat maksiat kepada Rabb-ku. Aku takut pada api yang tak pernah mengecil nyalanya, tak pernah padam kobarannya.”

Ketika pesan itu sampai, sadarlah sang gadis bahwa pemuda  ini selain tampan dan memikat dari segi rupa dan tata kelakuan, juga memiliki hati yang mulia lagi taat. Sang gadis pun bertaubat dan bertekad meninggalkan urusan dunia dan menyingkirkan perbuatan-perbuatan buruknya serta lebih sering mendekatkan diri kepada Allah.

Tentu ini tidak mudah baginya. Hatinya sudah terlanjur terikat dengan pemuda itu. Hari-hari menjadi amat sulit baginya, membayangkan pemuda yang dicintainya itu berada di sisinya, membayangkan dia yang akan mengabdikan jiwa dan raganya demi  kebahagiaan kekasihnya, menjadikannya bagaikan raja di istana kecil yang mereka buat dalam keluarga kecil mereka kelak. Sesuatu yang amat menyenangkan, menentramkan hati, dan amat dirindukannya, tetapi juga memilukan karena semua itu hanya ada di angan.

Namun, berat bukan berarti tak bisa. Demi mengetahui niat baik dan usaha pemuda itu menyelamatkan mereka dari jebakan zina yang akan menimpa seandainya dia memutuskan untuk bertemu tempo hari, gadis itu bertekad untuk terus berjuang mendekatkan diri kepada Allah. Sesulit apapun. Sesakit apapun. Seberat apapun.

Dan meski berusaha pun, gadis itu tetap tidak bisa mengenyahkan ingatan dan angannya mengenai pemuda itu. Maka di sela doa-doa dan taubatnya yang dalam dan pilu, dia pun ikut mendoakan kekasihnya. Penderitaan itu terus berlangsung lama. Tubuhnya semakin kurus. Wajahnya makin tirus. Bayang-bayang hitam tampak jelas menggurat di bawah kelopak matanya. Tatapannya pun semakin sendu tersebab ingat akan dosa-dosanya serta ingat dengan kekasihnya. Hingga suatu hari, akhirnya gadis itu mengembuskan napas terakhirnya.

Mendengar kematian gadis itu, pemuda  tersebut berziarah ke kuburnya, menangisi dan terus mendoakan pujaan hatinya di atas kuburnya. Setiap hari. Hingga suatu hari dia terlelap di antara doa dan tangisannya. Dalam tidurnya dia bermimpi bertemu kekasihnya yang penampilannya jauh lebih baik dari sebelumnya. Ia bertanya, “Bagaimana keadaanmu? Apa yang kau dapatkan setelah meninggal?”

Gadis itu menjawab, “Sebaik-baik cinta, wahai orang yang bertanya, adalah cintamu. Cinta yang mengantarkanku menuju kebaikan.”

“Jika demikian, ke mana kau menuju?”

“Aku sekarang menuju kenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir. Di Surga, hanya kekekalan yang tak akan pernah rusak yang kumiliki.”

“Aku harap di sana kau selalu ingat padaku, karena di sini aku tidak pernah melupakanmu.”

“Demi Allah,” Gadis itu menjawab, “Aku juga tidak akan melupakanmu. Aku meminta kepada Allah agar kita dapat dipersatukan kelak. Karenanya, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu beribadah.”

“Kapan aku bisa berjumpa lagi denganmu?”

“Tak lama lagi.”

Tujuh hari setelah itu, pemuda itu dipanggil oleh Allah. Ia pun bersatu dengan kekasih pujaanya.

Sumber: Buku “I Believe”, Jomblo Bermartabat, Married Bermanfaat.

Komentar

  1. Aku pernah dengar dan baca tentang kisah ini...
    kisah yang memilukan namun memiliki sisi keindahan ..

    BalasHapus

Posting Komentar