Blog AhfieRofi

Catatan AhfieRofi

Aku dan... #1. Bukuku ;-)

Kemampuan menulisku sudah tumpul sepertinya. Lama sekali aku tidak menyentuh buku harianku. Padahal lima tahun lalu, buku harian menjadi bagian penting dalam hidupku. Ia juga temanku. Dulu, aku selalu membawa buku kecil tempat aku mencatat apapun. Keluh kesah. Amarah. Curahan hati. Dan banyak lagi. Buku itu menjadi satu-satunya teman yang selalu menjadi tempat aku melepaskan semua emosiku. Juga teman yang selalu menghiburku dengan tulisan-tulisanku sendiri.

Banyak hal sebenarnya yang terpikir dalam benakku dan rasanya ingin sekali kutumpahkan semuanya dalam rangkaian kata-kata yang lama tidak mengalir dari pikiranku. Tapi aku tidak tahu harus memulai dari mana. Jadi. Kurasa sekarang yang bisa kulakkukan hanyalah menulis apapun yang ada dalam pikiranku. Tentang hari-hari yang kurindukan dulu sekali. Bersama hobi-hobiku. Bersama kebiasaan lamaku. Bersama kakak dan teman karibku. Dulu.

Aku akan mulai bercerita tentang aku dan bukuku….

Buku.



Dulu, hidupku hampir tidak bisa terpisahkan oleh buku. Ke mana-mana aku selalu membawa buku. Aku suka buku. Aku menjadi pengunjung rutin perpustakaan sekolahku. Aku senang menghabiskan waktu istirahatku di jajaran rak buku di perpustakaan. Menyusuri deretan buku-buku dengan ujung jariku sambil membaca judul ke judul. Sesekali aku berhenti dan meraih salah satu buku, lantas membuka beberapa halamannya.

Kalau aku merasa tertarik, aku akan berhenti di satu halaman, membaca satu paragraf. Lantas aku akan melihat lebih lama sampul bukunya. Kalau benar-benar tertarik dan merasa buku itu harus aku baca maka aku akan terus memegangnya sambil kembali menyusuri rak ke rak.

Seperti di perpustakaan-perpustakaan lain, perpustakaan sekolahku pun mengelompokkan setiap buku ke dalam beberapa kategori seperti jenis buku novel, religi, kesehatan, ilmu pengetahuan alam, psikologi, pendidikan, makanan, keterampilan, dan berbagai macam lagi. Pengelompokkan buku tersebut ditandai dengan label warna di pojok bawah buku.

Jenis buku yang kusukai pun tidak melulu buku berlabel hitam yang berisi buku-buku novel saja. Akupun menyukai buku-buku psikologi yang berlabel coklat. Entah kenapa, dari dulu aku tertarik dengan bidang ini. Senang saja mempelajari manusia. Pikirannya. Pola kehidupannya. Perilaku dan tata cara bersosialisasinya. Dan di rak buku berlabel coklat ini, aku sedikit banyak mulai memahami bahwa sepertinya aku tergolong orang yang introvert, yang menurut buku merupakan orang yang meski tidak selalu membenci sosialisasi, tetapi mereka memang lebih nyaman menyendiri. Seperti aku.

Selain buku psikologi, aku juga senang dengan buku bahasa. Aku sering belama-lama berdiri di jajaran buku bahasa. Pada dasarnya aku tertarik pada semua bahasa. Namun, aku paling senang dengan Bahasa Jepang. Negeri Sakura itu sudah memikat hatiku bahkan sebelum aku mengenal anime. Aku senang dengan tradisi mereka, sopan santun mereka, etos kerja mereka, dan banyak hal lagi mengenai geografis mereka.

Tetapi, tentu saja buku novel menjadi buku paling aku minati di antara buku-buku yang lain. Novel tak selalu harus berbicara tentang cinta. Aku juga belajar banyak hal dari novel. Kebijaksanaan hidup, keterampilan, kecerdasan, sosok figur, dan hal-hal lain. Aku juga belajar banyak hal mengenai tata bahasa, pemilihan kata, dan teknik-teknik “bercerita lewat kata” yang akhirnya menuntunku untuk semakin sering menulis. Ya, dari buku-buku itu aku pun mulai belajar bagaimana caranya menulis tanpa banyak teori. Semakin banyak buku yang kubaca, perbendaharaan kataku semakin melimpah. Meski belum ada satupun perlombaan menulis yang kumenangkan, aku tetap senang menulis. Aku menulis apapun. Kebanyakan mengenai pengalamanku. Tulisan-tulisan itu sebagian besar kini dimuat di blog pribadiku.

Komentar

  1. lihat fotonya sempet takjub kirain blogger cilik..hehehe ternyata ada tambahan keterangan 5 tahun yang lalu :D Sukses terus ya

    BalasHapus

Posting Komentar