Blog AhfieRofi

Catatan AhfieRofi

Aku dan... #4. Studio Grafisku

Menggambar dan Menulis.

Dulu, dua hobi ini bersisian. Semakin aku senang menggambar, semakin aku rajin pergi ke perpustakaan dan berdiri di satu rak baru, yaitu rak kesenian. Di rak itu aku belajar teknik-teknik dasar menggambar, contoh-contoh gambar, dan sebagianya. Aku juga selalu menyelingi aktivitas menggambarku dengan melanjutkan membaca novel. Kalau mataku sudah berat melirik barisan huruf, aku kembali meraih pensilku dan mulai menggambar lagi.

Hari-hari begitu indah rasanya. Pulang sekolah langsung ke perpustakaan dan meminjam satu atau dua buku, lalu langsung pulang ke asrama. Di asrama, aku langsung menyimpan tas di atas lemari, mengganti seragam, lantas mengempaskan diri di kasur tingkat di bagian atas. Kasurku berada di posisi yang amat strategis dan nyaman. Terletak di pojok kamar, dekat dengan jendela yang bila pagi hari membuka celah masuknya sinar matahari, dan di siang hari menjadi lubang masuknya angin sepoi-sepoi yang menyejukkan. Belum lagi letak kasurku pun berada di atas, terhindar dari keramaian dan orang-orang entah dari satu atau lain kamar yang biasanya senang nongkrong di kasur bawah.

Tempat ini amat nyaman, sehingga selain di sekolah dan perpustakaan, ini lah tempat yang paling sering kudiami. Sampai-sampai teman-temanku sering menyeletuk seperti,

“Dasar Manusia Kasur, hidupnya kalo nggak di sekolah cuma di kasur aja.”

Tentu itu bukan olokan, hanya candaan dan mungkin juga sindiran karena aku jadi jarang berinteraksi dan bermain futsal.

Tapi aku tidak tersinggung. Karena memang seperti inilah.

Kalau kau pernah melihat kondisi kasurku, tempat itu bukanlah tempat yang berantakan dengan sprai terlepas, buku terselip di mana-mana, coretan di sana sini. Bukan. Meski aku memang menyimpan buku-buku dan alat-alat menggambar di kasur, tapi semua tertata rapi. Karena kebetulan ukuran kasurku lebih kecil dari ranjangnya, sehingga ada sisa celah kecil yang kugunakan untuk menyimpan sebagian buku-bukuku yang sedang atau sering kubaca. Buku-buku yang lain aku simpan di loker khusus di kamar.



Ini adalah "studio grafis"-ku sewaktu SMA. Ada buku, komik, alat tulis, tempat duduk yang nyaman, dan AC alami berupa jendela di sisi kasur, hehe

Jadi, sempurnalah markasku.

Di kasur itu, aku menghabiskan sebagian besar waktuku. Aku bisa membaca dengan bersandar pada dinding, sementar angin sepoi-sepoi masuk melewati jendela dan menerpa wajahku. Tempat inipun cocok untuk menggambar, karena tempat ini amat tenang dan bebas gangguan.

Komentar